Kediri – MTsN 7 Kediri menggelar upacara peringatan Hari Santri pada Kamis (22/10/2026). Seluruh siswa mengenakan sarung dan busana muslim khas santri sehingga menambah suasana religius di lingkungan madrasah.

Muhammad Arwani bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa hakikat santri tidak hanya ditunjukkan melalui atribut seperti sarung, peci, dan kitab kuning, tetapi juga melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Seorang santri sejati tidak hanya bercirikan memakai sarung, tetapi yang lebih penting adalah memiliki akhlakul karimah, cinta ilmu, tawadhu kepada kiai dan guru, serta menjaga NKRI,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh siswa bahwa nilai-nilai kesantrian perlu diwujudkan melalui perilaku terpuji, semangat menuntut ilmu, sikap hormat kepada guru, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan siswa-siswi MTsN 7 Kediri. Paduan suara mengawali rangkaian penampilan, kemudian dilanjutkan dengan atraksi pencak silat yang memperlihatkan ketangkasan dan keterampilan para siswa.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan tari Japen yang menambah semarak peringatan Hari Santri di lingkungan madrasah.

Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Kediri berharap peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi siswa untuk memperkuat akhlak, meningkatkan kecintaan terhadap ilmu, serta menumbuhkan semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
-ENF
Hubungi layanan terpadu MTsN 7 Kediri atau sampaikan pengaduan melalui kanal resmi madrasah.
Hubungi Kami