Ikuti perkembangan terbaru, informasi kegiatan, prestasi, dan artikel seputar madrasah.
Kediri — MTsN 7 Kediri kembali menggelar kegiatan pengembangan keterampilan peserta didik melalui dua kegiatan berbeda yang dilaksanakan secara bersamaan pada Sabtu (19/09). Kegiatan tersebut meliputi Diklat Dasar bagi anggota baru Palang Merah Remaja (PMR) dan Diklat Jurnalistik bagi peserta ekstrakurikuler jurnalistik. Diklat Dasar PMR dilaksanakan di halaman tengah madrasah dan diawali dengan upacara pembukaan. Upacara tersebut diikuti oleh anggota baru PMR sebagai peserta diklat dan dipimpin oleh Luluk Azizatul Ma’rifah selaku Waka Kesiswaan MTsN 7 Kediri. Usai upacara pembukaan, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar PMR yang disampaikan oleh fasilitator yang memiliki kompetensi di bidangnya. Materi diberikan sebagai bekal awal bagi anggota baru agar memahami peran, prinsip, serta keterampilan dasar dalam kegiatan kepalangmerahan. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan PMR di madrasah. Diklat diharapkan menjadi langkah awal bagi anggota baru untuk aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kepalangmerahan. Sementara itu, di tempat yang berbeda, tepatnya di Meeting Room MTsN 7 Kediri, berlangsung Diklat Jurnalistik yang diikuti oleh peserta ekstrakurikuler jurnalistik. Kegiatan ini mengusung tema “Gen-Z Kreatif, Madrasah Inspiratif: Mengukir Cerita lewat Kata, Lensa, dan Karya Digital.” Diklat jurnalistik dibuka oleh Luluk Azizatul Ma’rifah. Dalam sambutannya, ia mendorong peserta untuk memanfaatkan kemampuan jurnalistik sebagai sarana mengembangkan kreativitas sekaligus mendokumentasikan berbagai kegiatan positif di madrasah. “Melalui jurnalistik, kalian tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar melihat sebuah peristiwa, menggali informasi, kemudian menyampaikannya menjadi sebuah karya yang bermanfaat dan menginspirasi,” tutur Luluk. Ia juga berharap peserta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara positif untuk menghasilkan karya jurnalistik yang kreatif, informatif, dan bertanggung jawab. Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan terkait keterampilan jurnalistik, mulai dari menggali informasi, menulis berita, mengambil gambar, hingga memanfaatkan media digital sebagai sarana publikasi. Pembekalan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan generasi Z yang akrab dengan berbagai platform digital. Melalui diklat ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, serta kepekaan terhadap berbagai peristiwa di lingkungan madrasah. Karya yang dihasilkan nantinya juga diharapkan dapat menjadi media untuk mengabadikan sekaligus menyebarluaskan berbagai kegiatan dan prestasi MTsN 7 Kediri. Meskipun berlangsung pada waktu yang sama, kedua kegiatan tersebut memiliki sasaran dan tujuan yang berbeda. Diklat Dasar PMR berfokus pada pembekalan pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan bagi anggota baru, sedangkan Diklat Jurnalistik diarahkan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya jurnalistik dan konten digital. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 7 Kediri dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, keterampilan, kreativitas, dan pengalaman melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Kabupaten Kediri (17/09) – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81, MTsN 7 Kediri menggelar upacara peringatan pada Kamis, 17 September 2026, di halaman utama madrasah. Kegiatan berlangsung tertib dengan melibatkan seluruh warga madrasah. Bertindak sebagai pembina upacara, Tri Lestari, S.Pd., Guru Matematika sekaligus Ketua Tim Adiwiyata Mandiri MTsN 7 Kediri. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat kerelawanan yang menjadi bagian dari jiwa PMI. “Menjadi relawan tidak harus menunggu besar. Kepedulian sekecil apa pun, seperti membantu teman yang jatuh, menjaga kebersihan, atau peduli lingkungan, itu sudah menjadi cerminan jiwa PMI,” pesannya di hadapan peserta upacara. Upacara diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan serta peserta didik kelas 8 dan 9. Sementara itu, peserta didik kelas 7 tetap mengikuti kegiatan rutin pagi Bina Tahsin dan Tahfidz Qur’an (BTTQ) sesuai jadwal pembiasaan madrasah. Seluruh petugas upacara berasal dari Tim PMR Wira Madya JK Red Cross MTsN 7 Kediri. Mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, hingga pembaca doa, anggota PMR tampil tertib dan percaya diri. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari latihan sekaligus sarana membangun kedisiplinan dan tanggung jawab anggota PMR. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan di MTsN 7 Kediri dilanjutkan dengan pemilihan Ketua OSIM. Pemilihan diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari bapak dan ibu guru, karyawan, hingga peserta didik kelas 7, 8, dan 9. Proses pemilihan dilaksanakan melalui sistem voting. Setiap pemilih diberikan kesempatan untuk menentukan pilihan dengan memilih tiga calon yang telah ditetapkan. Pelaksanaan pemilihan ini menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi di lingkungan madrasah sekaligus memberikan ruang kepada peserta didik untuk berpartisipasi dalam menentukan kepengurusan OSIM. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum peringatan HUT PMI, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. “Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa sosial dan solidaritas kemanusiaan di kalangan peserta didik. Di sisi lain, melalui pemilihan OSIM, anak-anak juga belajar tentang tanggung jawab, partisipasi, dan demokrasi di lingkungan madrasah,” imbuhnya di sela-sela akhir kegiatan. Melalui peringatan HUT PMI ke-81 dan pemilihan OSIM, MTsN 7 Kediri terus mendorong peserta didik untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, lingkungan, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan madrasah.
Kediri— MTsN 7 Kediri memperkuat sinergi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) serta sosialisasi Madrasah Ramah Anak dan Sekolah Siaga Kependudukan. Kegiatan tersebut berlangsung di Meeting Room MTsN 7 Kediri, Selasa (15/9/2026). Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan DP2KBP3A menjadi langkah penting bagi madrasah dalam memperkuat komitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan. “Melalui kerja sama ini, kami berharap MTsN 7 Kediri semakin mampu menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Anak-anak harus mendapatkan ruang untuk belajar, berkembang, dan berprestasi dengan tetap merasa terlindungi,” ujar Ifa Hidayah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dokter Wulan Andadari selaku Kepala DP2KBP3A. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu kependudukan. “Madrasah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang berkualitas. Karena itu, sinergi antara DP2KBP3A dan MTsN 7 Kediri perlu terus diperkuat agar tercipta lingkungan pendidikan yang ramah anak sekaligus mampu memberikan pemahaman tentang kependudukan kepada peserta didik,” tutur Wulan Andadari. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara MTsN 7 Kediri dan DP2KBP3A sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program perlindungan anak serta penguatan Sekolah Siaga Kependudukan. Selanjutnya, para peserta mengikuti sosialisasi mengenai Madrasah Ramah Anak dan Sekolah Siaga Kependudukan. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kerja sama secara administratif, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara MTsN 7 Kediri dan DP2KBP3A. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak serta membekali peserta didik dengan wawasan kependudukan.
KEDIRI – MTsN 7 Kediri menggelar rangkaian kegiatan Pemilihan Ketua OSIM (Pilosim) pada Senin (14/9/2026). Kegiatan diawali dengan penyampaian visi dan misi para calon ketua OSIM yang diikuti seluruh peserta didik setelah pelaksanaan salat Dhuha. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing calon ketua OSIM menyampaikan visi, misi, serta program yang akan dijalankan apabila terpilih. Penyampaian visi dan misi menjadi kesempatan bagi para calon untuk memperkenalkan gagasan serta komitmen mereka dalam menjalankan amanah sebagai pengurus OSIM. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan debat antarpasangan calon (paslon) yang berlangsung di Meeting Room MTsN 7 Kediri. Debat tersebut disaksikan oleh perwakilan peserta didik kelas VII, VIII, dan IX. Dalam sesi debat, setiap paslon diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan sekaligus memperkuat argumen terkait program yang ditawarkan. Para calon juga dituntut mampu menyampaikan pendapat secara jelas, logis, dan bertanggung jawab. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, menyampaikan bahwa Pilosim bukan sekadar kegiatan memilih ketua OSIM, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal proses demokrasi dan kepemimpinan. “Melalui Pilosim ini, anak-anak belajar menyampaikan gagasan, berani berpendapat, menghargai perbedaan, dan yang paling penting belajar bertanggung jawab terhadap pilihan serta amanah yang nantinya diberikan,” ujar Ifa Hidayah. Menurutnya, setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan gagasannya. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan bagi peserta didik lainnya. Kegiatan debat berlangsung sebagai bagian dari tahapan Pilosim sebelum peserta didik menentukan pilihan. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat mengenal visi, misi, program, dan karakter setiap calon sehingga mampu menentukan pilihan secara bijak dan bertanggung jawab.
KEDIRI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN 7 Kediri. Dua peserta didiknya berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kediri. Kedua siswa tersebut adalah M. Dante Vandendra yang meraih Juara 1 bidang Matematika dan Sabita Ilma Fawaida yang berhasil menjadi Juara 1 bidang IPA Sains. Atas prestasi tersebut, Dante dan Sabita berhak mewakili Kabupaten Kediri pada ajang OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua peserta didik serta para pembimbing yang telah memberikan pendampingan selama proses persiapan dan kompetisi. “Alhamdulillah, ini buah dari proses belajar, latihan intensif, dan doa seluruh keluarga besar MTsN 7 Kediri serta dukungan orang tua. Kami berharap Dante dan Sabita bisa kembali mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi,” ujar Ifa Hidayah. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di berbagai ajang. Pihak madrasah juga akan terus memberikan pembinaan dan dukungan kepada kedua peserta didik tersebut agar dapat mempersiapkan diri secara optimal dan tampil maksimal pada OMI tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kediri, 29 Agustus 2026 — MTsN 7 Kediri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pengembangan Media Pembelajaran Digital pada 28–29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh bapak dan ibu guru MTsN 7 Kediri serta guru-guru madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 7 Kediri. Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Sahrul Munir. Selain membuka kegiatan, Sahrul Munir juga memberikan pembinaan kepada para peserta mengenai pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan teknologi pembelajaran. Dalam pembinaannya, Sahrul Munir menekankan bahwa guru perlu terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan dalam dunia pendidikan. Implementasi KBC diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perangkat pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah, menyampaikan bahwa kegiatan bimtek tersebut menjadi salah satu upaya madrasah untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai KBC dengan pemanfaatan teknologi digital. «“Kami berharap melalui kegiatan ini, bapak dan ibu guru tidak hanya memahami konsep Kurikulum Berbasis Cinta, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam perangkat dan proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran digital diharapkan dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Ifa Hidayah.» Bimtek menghadirkan dua narasumber, yaitu Muhammad Zaenuri dan Kiswanto. Keduanya menyampaikan materi yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam mendukung implementasi KBC dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Sebelum memasuki sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Pengawas Madrasah, Mch. Bachrudin. Usai doa, para peserta mengikuti penyampaian materi dan praktik yang diberikan oleh pemateri. Muhammad Zaenuri memberikan materi mengenai penyusunan dan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dengan memanfaatkan teknologi digital. Peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik dalam mengintegrasikan nilai-nilai KBC ke dalam perangkat pembelajaran sehingga dapat diterapkan secara kontekstual sesuai dengan mata pelajaran dan karakteristik peserta didik. Sementara itu, Kiswanto menyampaikan materi mengenai pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran digital yang selaras dengan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta. Peserta diajak mengenal berbagai bentuk media digital yang dapat digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan bermakna. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Selain menerima materi, peserta juga terlibat dalam praktik dan diskusi untuk mengembangkan perangkat serta media pembelajaran yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing. Kegiatan Bimtek Implementasi KBC dan Pengembangan Media Pembelajaran Digital diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Melalui kegiatan tersebut, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan perkembangan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan. Dengan demikian, implementasi KBC dan pengembangan media pembelajaran digital dapat berjalan beriringan dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, bermakna, serta mendukung terbentuknya peserta didik yang berkarakter dan berprestasi.
Kediri— MTsN 7 Kediri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada Rabu (26/8/2026) di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin. Kegiatan yang dipimpin oleh Gus Ala’ tersebut diikuti oleh siswa-siswi MTsN 7 Kediri dengan penuh khidmat dan antusias. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenang keteladanan Rasulullah saw. sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pesannya, Gus Ala’ mengajak para siswa untuk tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw., tetapi juga menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan. “Kalian adalah generasi penerus. Karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, jagalah akhlak, hormati guru dan orang tua, serta jangan takut untuk bermimpi. Jadikan Nabi Muhammad saw. sebagai teladan dalam setiap langkah kehidupan,” tutur Gus Ala’ kepada para siswa. Usai mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi di pondok pesantren, siswa-siswi MTsN 7 Kediri melanjutkan kegiatan dengan berbagai perlombaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad saw. Untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, sejumlah lomba digelar, di antaranya LBB Hilang Arah, Angkat Beban, Menyolek Wajah, dan Caterpillar. Berbagai perlombaan tersebut menguji ketangkasan, kekompakan, keberanian, dan kreativitas para peserta. Sementara itu, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., terdapat empat cabang perlombaan, yaitu Adzan, Fashion Show, Asmaul Husna, dan Cerdas Cermat. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri dan berusaha memberikan penampilan terbaik dalam setiap perlombaan. Seluruh perlombaan dilaksanakan secara serentak. Suasana madrasah pun semakin semarak dengan sorak dukungan dari para siswa. Mereka mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat dan antusias, baik sebagai peserta maupun sebagai pendukung teman-temannya. Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa perlombaan bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan keberanian. Semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut layaknya semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan. Melalui rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan perlombaan tersebut, MTsN 7 Kediri berharap para siswa dapat memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan karakter religius, sportif, disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah. Peringatan Maulid Nabi dan kemeriahan lomba kemerdekaan pun menjadi satu rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan dan keteladanan bagi seluruh siswa MTsN 7 Kediri.
Kabupaten Kediri-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTsN 7 Kediri di tingkat internasional. Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri menghadiri acara awarding Borneo International Innovation and Creativity Competition (BIICC) 2026 yang berlangsung di International Youth Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (23/8/2026). Keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut menjadi kesempatan bagi siswa MTsN 7 Kediri untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas melalui bidang inovasi. Tim Riset Green Catalyst yang mengikuti kompetisi tersebut terdiri atas dua siswi kelas 8A, yaitu Cesya Oktavia Ardian dan Fitria Aisyah Rahman. Keduanya mengikuti rangkaian kegiatan dengan didampingi oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah. Kehadiran Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri dalam acara awarding BIICC 2026 tidak hanya menjadi momen untuk menerima penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.Keikutsertaan dalam kompetisi internasional memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta kepercayaan diri dalam berkompetisi bersama peserta dari berbagai daerah dan negara. Kerja keras dan proses yang telah dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam ajang tersebut, Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri berhasil meraih empat penghargaan. Empat penghargaan tersebut, yaitu Platinum Award, Gold Award kategori Innovation Futures and Education Paedagogy, Second Place BIICC Innovators Award, serta BIICC Wild Life and Earth Conservation Award. Perolehan empat penghargaan tersebut menjadi bukti atas kesungguhan tim dalam mengikuti kompetisi. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi untuk berprestasi dan bersaing dalam ajang inovasi dan kreativitas di tingkat internasional. Anggota Tim Riset MTsN 7 Kediri, Siti Muthorikah, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari ketekunan dan kerja keras yang dilakukan oleh tim. Menurutnya, sinergi antara berbagai pihak di lingkungan madrasah juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan tim. "Berkat ketekunan, kerja keras, dan sinergi antara pembimbing, pendamping, siswa, dan seluruh stakeholder yang berada di madrasah, tim ini berhasil meraih empat penghargaan dalam even ini," ungkap Siti Muthorikah. Empat penghargaan yang berhasil diraih menjadi capaian tersendiri bagi MTsN 7 Kediri. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat semangat madrasah untuk terus memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan potensi, khususnya di bidang riset, inovasi, dan kreativitas. Bagi Cesya Oktavia Ardian dan Fitria Aisyah Rahman, pengalaman mengikuti ajang BIICC 2026 juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas. Keterlibatan mereka dalam kompetisi internasional dapat menjadi pengalaman yang berharga untuk menumbuhkan sikap percaya diri, ketekunan, kerja sama, dan semangat untuk terus berkarya. Keberhasilan Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri dalam meraih empat penghargaan di BIICC 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan ide dan menghasilkan karya inovatif. Dukungan dari pembimbing, pendamping, madrasah, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam mengantarkan siswa meraih prestasi. Capaian di Kuala Lumpur tersebut sekaligus menambah deretan prestasi MTsN 7 Kediri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar madrasah. Prestasi ini diharapkan dapat semakin menguatkan budaya riset dan inovasi serta mendorong siswa MTsN 7 Kediri untuk berani berkompetisi dan mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang.
Kontingen MTsN 7 Kediri turut ambil bagian dalam Lomba Baris-Berbaris (LBB) tingkat Kabupaten Kediri yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Dalam ajang tersebut, MTsN 7 Kediri menerjunkan dua peleton terbaik, yakni satu peleton putra dan satu peleton putri. Sejak pagi, kedua peleton tampil dengan penuh percaya diri mengenakan seragam kebanggaan madrasah. Mereka menunjukkan kekompakan melalui derap langkah yang seragam, ketegasan instruksi dari komandan peleton (danton), serta variasi formasi yang telah dipersiapkan selama latihan. Penampilan para peserta mendapat perhatian dari juri dan penonton yang menyaksikan perlombaan. Kekompakan, ketepatan gerakan, dan kedisiplinan menjadi bagian yang ditunjukkan oleh kedua peleton selama mengikuti perlombaan. Kepala MTsN 7 Kediri mengapresiasi kerja keras para siswa dan pembina yang telah melakukan persiapan melalui latihan secara intensif selama beberapa pekan. "Keikutsertaan dalam lomba ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga bagaimana siswa belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki kepercayaan diri. Kami sangat mengapresiasi semangat para siswa dan pembina yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh," ujar Kepala MTsN 7 Kediri. Menurutnya, kegiatan LBB menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengembangkan karakter sekaligus menyalurkan potensi di bidang nonakademik. "Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti lomba dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus berkembang dan berani berkompetisi dalam berbagai bidang," tambahnya. Lomba Baris-Berbaris tingkat Kabupaten Kediri menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan. Keikutsertaan dua peleton MTsN 7 Kediri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mendukung pengembangan potensi dan karakter siswa melalui kegiatan positif.
KEDIRI — MTsN 7 Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, berkarakter, dan peduli lingkungan. Mengusung semangat "MTsN 7 Kediri Bisa", madrasah yang berlokasi di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri ini konsisten melahirkan berbagai inovasi pendidikan serta prestasi gemilang di berbagai bidang.Inovasi dan Program Unggulan Berbasis KarakterSebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama, MTsN 7 Kediri tidak hanya fokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Dengan visi "Unggul dalam Berfikir, Dzikir, Moderat, Literat, dan Peduli Lingkungan", madrasah ini menghadirkan beragam program strategis. Mulai dari pengembangan kelas unggulan, penguatan kemampuan bahasa asing (Arab dan Inggris) melalui kerja sama dengan lingkungan pesantren, hingga pembiasaan kegiatan keagamaan yang istikamah menjadi fondasi kuat dalam mendidik siswa-siswi agar siap menghadapi tantangan zaman modern. Semangat "MTsN 7 Kediri Bisa" di Berbagai AjangSlogan "MTsN 7 Kediri Bisa" bukan sekadar kalimat penyemangat, melainkan cerminan dari etos kerja seluruh warga madrasah—baik guru, tenaga kependidikan, maupun para siswa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya torehan prestasi membanggakan, baik di tingkat regional maupun nasional, mencakup bidang akademik, seni, olahraga, hingga program peduli lingkungan seperti Adiwiyata.Kepala MTsN 7 Kediri beserta jajaran guru terus mendorong motivasi belajar siswa agar senantiasa optimis. Optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler dan wadah kreativitas seperti program siniar (podcast) madrasah turut menjadi sarana efektif dalam mengasah jiwa literasi serta komunikasi digital para siswa.Melalui sinergi yang kuat antara pihak madrasah, komite, dan orang tua wali murid, MTsN 7 Kediri optimis untuk terus bertransformasi menjadi madrasah pilihan utama yang berkualitas, inspiratif, dan senantiasa terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.